Space Iklan

banner adsbanner adsbanner adsbanner ads

Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Antivirus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antivirus. Tampilkan semua postingan

Virus Penyerang Instalasi Nuklir di Indonesia


Indonesia adalah negara kedua dengan tingkat serangan Stuxnet tertinggi, setelah Iran. Beberapa waktu lalu dilaporkan bahwa worm Stuxnet menyerang Heysham Power Station,  sebuah pembangkit tenaga nuklir di Inggris. Satu dari dua reaktor Heysham 1 dimiliki oleh perusahaan Energi dari Perancis, EDF. Namun, seperti yang dikutip dari TheRegister, juru bicara EDF mengatakan bahwa permasalahan yang terjadi Heysham 1 tidak ada hubungannya  dengan isu 'cyber security'.
Cerita seputar Stuxnet memang tidak ada habisnya. Semenjak kemunculannya bulan Juni lalu, hingga kini Stuxnet terus menjadi bahan perbincangan di kalangan analis antivirus seluruh dunia. 
Stuxnet memang didesain untuk langsung menyerang sistem spesifik yakni SCADA dan PLC (Programmable Logic Controllers) yang menggunakan Siemens STEP 7 SCADA  atau SIMATIC WinCC. Bahayanya, Stuxnet juga dapat mencuri data-data penting di dalamnya. 
Pembangkit listrik Heysham
SCADA atau Supervisory Control and Data Acquisition adalah sistem yang bertugas mengontrol dan memonitor proses industri dan infrastruturnya, dan biasanya juga digunakan oleh pembangkit listrik.
Stuxnet memang program yang sangat canggih. Ia dibuat dengan kode yang begitu kompleks serta mampu mengeksploitasi beberapa celah Windows sekaligus dengan target serangan yang ditujukan pada skala besar/industri. Ini menjadikannya sebagai worm selebritas di kalangan para researcher antivirus. 
Banyak orang yang mencurigai Stuxnet dibuat oleh sekelompok orang dengan dukungan teknologi dan dana yang besar. Tidak heran bila banyak spekulasi mengatakan Stuxnet dibekingi oleh negara tertentu.
Banyak kalangan menduga bahwa Stuxnet sengaja didesain untuk menyerang pembangkit tenaga nuklir di Bushehr, Iran. Ada pula yang mengatakan bahwa ia mengincar uranium centrifuges (mesin pemisah isotop) di instalasi nuklir Natanz, yang juga berada di Iran. 
Iran memang menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat penyebaran Stuxnet yang paling tinggi di dunia. Dalam update laporan terbaru yang dibuat oleh Symantec, diduga kuat serangan ini ditujukan kepada pembangkit nuklir milik Iran. 
Pemerintah Iran sendiri secara resmi pernah mengkonfirmasikan bahwa Stuxnet telah menfinfeksi 30.000 komputer di negara Mullah itu. Namun mereka menyangkal bahwa worm Stuxnet tersebut menyebabkan kerusakan pada sistem SCADA yang ada di industri-industri, maupun reaktor nuklir milik mereka. 
Reaktor nuklir Bushehr IranSerunya, Ramin Mehmanparast, pejabat dari Departemen Luar Negeri Iran, terang-terangan menuduh bahwa Stuxnet adalah bagian dari upaya barat untuk mensabotase program nuklir milik Iran. Spekulasi itu pun kini sudah mengarah kepada ranah politik. 
Sekarang, mari kita lihat dari sisi Indonesia, yang merupakan negara dengan tingkat serangan Stuxnet tertinggi kedua setelah Iran. Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa Stuxnet juga begitu menyebar luas di Indonesia? Apakah Stuxnet juga ditargetkan untuk menyerang infrastruktus industri di Indonesia? 
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari kalangan industri maupun pemerintah setempat, perihal dampak dari serangan Stuxnet ini. Korban terbanyak di Indonesia justru berasal dari masyarakat umum pengguna Windows, yang banyak melaporkan komputernya terinfeksi oleh Stuxnet. 
Tak usah jauh-jauh, beberapa waktu lalu, saya melakukan scanning rutin terhadap USB flashdisk milik ayah serta adik saya. Ternyata worm Stuxnet terdeteksi di media simpan portabel itu.
Memang efek Stuxnet ini tak begitu kentara saat ia berjalan di sebuah komputer rumahan biasa. Namun, Stuxnet baru akan menyerang secara ganas pada komputer yang memiliki SCADA di dalamnya, karena memang Stuxnet didesain untuk itu.
Symantec pernah membuat proof-of-concept mengenai bahayanya stuxnet dengan melakukan simulasi percobaan menggunakan balon. Tes dilakukan menggunakan komputer yang terhubung dengan sistem SCADA yang diprogram untuk menjalankan mesin pompa peniup balon selama sekitar 3 detik. 
Ketika salah satu komputer diinfeksikan worm Stuxnet, maka sistem SCADA mulai menunjukkan keanehan, karena kemudian worm Stuxnet menginstruksikan mesin pompa untuk terus meniup balon, hingga akhirnya meledak. 
Cepatnya penyebaran Stuxnet yang terjadi di Indonesia adalah akibat kebiasaan penggunaan flash disk sebagai media pertukaran data yang terpopuler di masyarakat. Ini menjawab pertanyaan mengapa stuxnet begitu menyebar luas di sini. 
Stuxnet merupakan worm pertama yang dapat mengeksploitasi dan memanfaatkan celah sistem operasi Windows melalui file .LNK atau shortcut (CVE-2010-2568), yang dirancang untuk menginfeksi flash disk sebagai media primer penyebarannya. 
Tidak hanya itu, karena ia juga dapat menyebar di LAN atau jaringan setempat dengan mengeksploitasi celah Microsoft Windows Server Service RPC Handling Remote Code Execution Vulnerability (CVE-2008-4250), kelemahan Printer Spooler  (CVE-2010-2729), hingga menggunakan certificate atau digital signature curian.
Pada laporan awalnya, Michael Krampe, Jurubicara Siemens mengumumkan ditemukannya 15 customer-nya yang positif terinfeksi oleh virus ini, dan menurutnya masing-masing telah dapat mengatasi worm tersebut dan tidak berdampak buruk pada operational mereka. 
Sumber  lain juga menimpali, bahwa sepertiga dari customer, berasal dari industri di Jerman. Sebagai tindak lanjut dari serangan Stuxnet, Siemens dalam situs resminya memberikan solusi aman terkait penggunaan sistem mereka dan menyarankan kepada orang untuk tidak menggunakan flash drives. 
Hingga kini, misteri yang menyelubungi Stuxnet masih terus memicu berbagai spekulasi. Banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang siapa sebenarnya target utama worm ini, siapa pembuatnya, dan lain sebagainya. Terlepas dari itu semua, Industri manapun sangat potensial terserang oleh worm canggih ini. Tak peduli di Iran, Inggris, atau Indonesia. Atau bahkan mungkin juga Stuxnet telah sampai di komputer Anda.
*Arief Prabowo adalah Malware Researcher dari Emsisoft, perusahan computer security yang berlokasi di Austria

Sumber : Vivanews.com

Smadav Versi Terbaru Smadav 8.2 Antivirus Lokal


Setiap negara mempunyai karakter virus masing-masing, karena beda pembuatnya yang mempengaruhi juga keadaan lingkungannya serta skill dalam membuat virus. Belum tentu semua virus lokal (Indonesia) terdeteksi oleh antivirus seperti Avira, Kaspersky, AVG dan lainnya.
Karena virus lokal dibuat oleh orang Indonesia, yang setidaknya punya pengetahuan mengenai kebiasaan pengguna komputer dan internet tanah air. Sehingga ia lebih mengetahui kebiasaan orang Indonesia dalam beraktifitas dengan komputernya, dan kebiasaan tersebut di jadikan celah agar virus mereka dapat menyusup kedalam sistim komputer.
Karenanya Smadav membangun sebuah antivirus yang dikhususkan membentengi komputer dari serangan virus lokal kemudian membasminya. Maka itu, antivirus Smadav sangat diperlukan bagi pengguna internet dan komputer. Sebagai pasangan antivirus asing (Norton, Kaspersky & eNod).
Dan pada bulan Juli ini Smadav telah merilis versi terbaru yakni Smadav 8.2 dengan penambahan sejumlah fitur penting:
  • Penambahan database 80 virus baru,
  • Perbaikan false alarm,
  • Penambahan teknik heuristik untuk varian virus penginfeksi exe,
  • Kompatibel di Windows Vista & 7,
  • Dan beberapa perbaikan bug lainnya
Untuk lebih jelasnya dan download Smadav 8.2 silahkan ke Click

Download Antivirus AVG Free Edition 9.0.851


AVG Anti-Virus, merupakan edisi antivirus dan antispyware gratis yang terpercaya untuk OS Windows yang dapat di download gratis. Terdapat tambahan pada edisi ini yakni LinkScanner® Active Surf-Shield sebagai pengecek halaman web jika ada bahaya di saat yang tepat – di saat anda mulai ingin “Klik” sebuah link.
Fitur pada AVG Anti-Virus Free :
 
  • Mendapat penghargaan sebagai antivirus dan antispyware
  • Real-time safe internet untuk browsing dan mencari
  • Kualitas yang telah terbukti oleh 80 juta pengguna
  • Mudah untuk download, di install dan digunakan
  • Perlindungan terhadap virus dan spyware
  • Cocok dengan Windows 7, Windows Vista dan Windows XP

Edisi AVG Anti-Virus Free Edition diperuntukan hanya penggunaan pribadi untuk PC pribadi dan bukan untuk penggunaan komersial

Download AVG AntiVirus – 89.07MB (Freeware)

Download Avast 5.0 Free Antivirus, tampil dengan fitur baru


Setelah banyak ditunggu, tidak hanya pecinta Antivirus Avast, tapi juga pengguna antivirus gratis, kemarin (19 Januari 2010) Avast merilis versi Antivirus terbaru, Avast 5, termasuk Avast Free Edition. Avast termasuk salah satu vendor antivirus yang menyediakan versi gratis (free) dengan fitur yang patut dipertimbangkan dibanding antivirus lainnya.
Di versi baru ini, Avast tampil dengan tambahan fitur baru dan perbaikan tampilan sebelumnya.

Selain produk gratis, avast juga merilis Pro Antivirus dan Internet Security. Perubahan yang sangat tampak adalah perubahan tampilan, selain itu sebelumnya Avast yang menamakan antivirus gratisnya dengan Avast Home Edition, kali ini berganti menjadi Avast Free Antivirus. Meskipun free edition, tetapi kemampuan proteksi dari malware sama dengan pro edition, yang membedakan lebih ke fiturnya dan opsinya.

Fitur-fitur Avast 5.0 Free Edition antara lain :
  • Proteksi dari virus dan spyware secara terus menerus
  • Memastikan email yang dikirim dan di terima aman.
  • Melindungi dari infeksi ketika sedang chatting
  • Melindungi dari website yang berbahaya, ketika browsing
  • Anti rootkit ( real time)
  • Web shield
  • IM/P2P shiled
  • Network Shield
  • Behavior shield
Fitur dan penjelasan lebih lengkapnya silahkan melihat Avast Free Download. Versi baru ini memberikan perbaikan pada engine Antivirus dan antispyware intelligent scanner, Silent/Gaming mode dan juga Behavior shield. Jika ingin mengetahui perbandingan antara Free Edition, Pro editian dan Internet Security, silahkan melihat Perbandingan Edisi Avast
Sistem minimal yang dibutuhkan:
* Processor Pentium 3, 128 MB RAM, 100 MB of free hard disk space
* Microsoft Windows 2000, Microsoft Windows XP/Vista/7 (32/64 bit)
Melihat fitur serta tampilan barunya, Avast 5.0 Free ini memang patut untuk dicoba, sebelumnya saya kurang suka dengan tampilannya yang seperti media player (meskipun skin bisa diganti). Tetapi kali ini tampilan tampak lebih segar. Bagi anda yang memerlukan antivirus gratis dengan fitur lengkap, Avast ini mungkin solusinya
Download Avast 5.0 Free Edition ( sekitar 38.3 MB)

Sumber

Rilis versi baru: Avira Antivir 10, termasuk Free Antivirus


Seperti diberitakan di company news Avira, tanggal 23 Maret 2010 kemarin, Avira merilis antivirus terbarunya, Avira Antivir 10, yang merupakan kelanjutan dari Avira 9. Tidak hanya Antivir Premium dan Antivir Security Suite, pengguna komputer juga bisa mendapatkan versi gratisnya, Avira Antivir Personal – Free Antivirus versi 10.
Avira Antivir 10 ini menyertakan beberapa fitur baru dibanding pendahulunya.

Berdasarkan berbagai test antivirus, Avira Antivir merupakan salah satu antivirus yang relatif cepat dan tidak banyak memakan memori. Bahkan berdasarkan test av-comparatives terbaru, untuk kategori antivirus gratis, kemampuan deteksi virus Avira 9 menduduki peringkat terbaik.
Beberapa fitur baru Avira Antivir 10 adalah sebagai berikut :
  • Proteksi berdasarkan tingkah laku file/virus dengan Antivir ProActiv ( di versi Premium dan Professional)
  • Peningkatan keamanan, dengan memanfaatkan komunitas penggunanya yang mencapai 100 juta
  • Perbaikan Umum data registry dan file yang terinfeksi
  • Express Installation, antarmuka pengguna transparant, dan informasi virus dengan fitur one-click removal.
  • Fitur Parental Control untuk Avira Antivir Suite

Avira Antivir Personal 9 – Free Antivirus

Meskipun sebagian fitur diatas hanya tersedia untuk versi berbayar, di versi gratisnya juga terdapat tambahan fitur baru. Untuk tampilan, pada dasarnya masih mirip dengan versi 9, tetapi dengan menghilangkan link untuk upgrade ke versi Premium. Mengenai tampilan ini, bukanlah menjadi masalah, karena yang lebih penting adalah kinerjanya dan memudahkan dalam penggunaannya.

Fitur baru Generic-repair mode disertakan dalam versi gratis, meskipun fitur ini lebih mengarah pada bagaimana keputusan yang akan kita ambil ketika ada ancaman yang ditemukan. Proses unpacking intallasi versi baru ini lebih cepat dan tidak perlu restart komputer sesudah installasi selesai (kecuali upgrade dari versi sebelumnya). Pengamanan terhadap file-file avira dari pengubahan yang mungkin dilakukan virus juga ditingkatkan.

Jika komputer anda membutuhkan antivirus gratis yang bagus (terutama dari segi kemampuan deteksi virus dan penggunaan memori yang ringan), maka Avira Antivir bisa menjadi salah satu pilihan terbaik. Untuk fitur yang lebih banyak bisa menggunakan Avast 5 Free Antivirus

Download Avira Antivir Personal – Free Antivirus versi 10

Windows (pilih salah satu)
Linux
antivir_workstation-pers.tar.gz ( 54.46 MB)
Jika memerlukan update manual Avira, silahkan download Updatenya dari halaman VDF Update

Sumber


Add to Google

Belum menemukan informasi yang anda cari? ketik keyword lebih spesifik :