DELL STREAK, Tablet Android 5Inch
Dell resmi mengenalkan jagoan mungilnya ke publik Indonesia. Sebagai informasi saja, Indonesia adalah negara ke 5 di dunia dan pertama di ASEAN yang kedatangan perangkat pintar ini. Meskipun mirip seperti ponsel, namun oleh Dell perangkat ini diketegorikan sebagai tablet.
PORSCHE CAYENNE CLR 550 GT by Lumma Design
Lumma Design, tuning house asal Jerman, berhasil membangun body kit khusus Porsche Cayenne terbaru. Bertajuk CLR 550 GT, paket yang berisi rangkaian body kit karbon ini menjadikan tampilan SUV Cayenne lebih lebar (wide body)
MEGAMIND 3D
Megamind (Will Ferrell), penjahat ulung dan terpandai yang pernah ada. Selama bertahun-tahun, ia berusaha menaklukkan kota Metro dengan cara apapun. Setiap usahanya selalu digagalkan oleh pahlawan super tak terkalahkan yang dikenal sebagai Metro Man (Brad Pitt)
Entri Populer
-
MILAN - Disela ajang EICMA 2010 lalu sempat terselip sosok Kawasaki Ninja 250R edisi terbaru. Motor sport entry level ini seakan tersembuny...
-
NOKIA C7 digadang-gadang sebagai versi terjangkau dari N8 karena bentuknya yang lebih kecil, beberapa fitur yang diusung pun lebih rendah...
Stuxnet Mulai Serang Sistem Militer Iran
TEHERAN - Serangan Stuxnet yang menyabotase sejumlah pusat penelitian uranium milik Iran masih belum usai. Kali ini serangan semakin meluas dengan menginfeksi sistem militer Iran.
Acer Bombardir Pasar Komputer Tablet
TAIPEI - Acer membombardir pasar tablet dengan tiga seri tablet sekaligus. Dari tiga seri tersebut, dua diantaranya menggunakan sistem operasi Android.
Khusus untuk tablet yang berbasis Android, Acer menghadirkan dua ukuran yang berbeda dari yang 7 inci dan 10 inci. Belum diketahui nama tablet tersebut, namun dipastikan perangkat ini akan mendukung konektifitas 3G dan Wi Fi.
Dilansir Mashable, Rabu (24/11/2010), tingkat resolusi tablet ini mencapai 1280x800 dan 1080p dengan kemampuan untuk mendukung HDMI. Selain itu juga diusung kamera sekualitas 5MP di depan dan di belakang tablet ini. Diperkirakan tablet ini akan hadir pada April 2011 mendatang.
Kedua tablet Android dari Acer itu rencananya akan memakai versi Android 3.0 atau Honeycomb. Kesemua produk tersebut dijadwalkan segera hadir pada awal tahun 2011.
Acer juga akan melengkapi tablet mereka dengan kehadiran toko aplikasi sendiri yang dinamakan Alive. Toko aplikasi ini bakal melayani penjualan software untuk pengguna tablet, smartphone dan laptop buatan Acer.
Sementara itu, tablet yang menggunakan sistem operasi Windows 7 dipastikan bernama Iconia. Uniknya, tablet ini mengusung layar ganda untuk memperluas jangkauan pekerjaan tablet tersebut. Ukuran tablet ini sendiri mengusung 14 inci.
Sedangkan soal isi, terdapat RAM sebesar 4GB dengan prosesor Intel Core i5. Tidak diketahui berapa harga yang akan diusung oleh produsen asal Taiwan tersebut.
Sumber : okezone.com
Peneliti Analisa Lubang Hitam Kanibal
Virus Penyerang Instalasi Nuklir di Indonesia
Innovation Lab, Wadah bagi Pembuat Aplikasi
AS Luncurkan Satelit Mata-Mata Terbesar
NASA Teliti Kehidupan di Luar Angkasa
O/Oreos, nama satelit yang diluncurkan, merupakan singkatan dari Organism/Organic Exposure to Orbital Stresses. Satelit berbobot sebesar 5,4 kilogram merupakan nanosatelit pertama yang memiliki dua tugas eksperimen.
Eksperimen “Space Environment Survivability of Live Organisms” akan mempelajari pertumbuhan, kesehatan, dan adaptabilitas mikroorganisme yang hidup di lingkungan asing dan daratan kering. Setelah O/Oreos mencapai orbit, eksperimen akan memberi umpan dan menumbuh kembangkan sekelompok mikroba, dan mengukur respon mereka terhadap radiasi serta kondisi tanpa gravitasi.
Pada eksperimen, peneliti akan memantau apakah mikroba tersebut tetap makan dengan cara yang benar. Adapun nutrisi yang disediakan telah diberi warna, sehingga, jika mereka sehat, mereka akan berubah warnanya.
Eksperimen kedua, bertajuk “Space Environment Viability of Organics” akan memantau apa yang terjadi terhadap empat kelas molekul organik setelah mereka terekspos terhadap kondisi luar angkasa. Eksperimen ini didesain untuk dapat bertahan selama 6 bulan, dan O/Oreos akan dapat mengirimkan data penelitiannya selama sekitar satu tahun.
Dengan peluncuran di atas, NASA berharap satelit itu akan membuktikan bahwa melakukan eksperimen astrobiologi di luar angkasa dapat dilakukan tanpa perlu menggelar misi penelitian di stasiun luar angkasa.
“Kami berusaha untuk menunjukkan bahwa nanosatelit seperti O/Oreos dapat memenuhi kebutuhan para peneliti yang memiliki ide besar dan target penting,” ucap Bruce Yost, O/Oreos Mission Manager Ames Research Center, NASA, seperti dikutip dari PopSci, 22 November 2010.
Untuk mengorbit, O/Oreos menumpang roket Air Force Minotaur IV dari Kodiak, Alaska. Ia mulai mengirimkan sinyal radio setelah mencapai orbit sekitar 640 kilometer dari permukaan Bumi. Setelah misinya selesai, O/Oreos juga akan menjadi satelit pertama yang menggunakan mekanisme tanpa propellant untuk kembali ke Bumi.
20 Tahun, Astronom Temukan 500 Planet
Menurut Jean Schneider, astronom dari Paris-Meudon Observatory yang mengumpulkan Extrasolar Planets Encyclopedia, planet-planet itu ditemukan kurang dari 20 tahun sejak penemuan exoplanet pertama.
2015, iOS dan Android Kuasai 75% Pasar Aplikasi
PASAR global aplikasi smartphone memang sedang bertumbuh subur. Namun begitu, firma riset ABI Research Inc memperkirakan, para pengembang aplikasi smartphone di dunia ternyata hanya berfokus membangun aplikasi untuk sistem operasi iPhone OS (iOS) produksi Apple Inc dan Android produksi Google Inc.
"Hingga akhir 2015, aplikasi smartphone yang paling banyak tersedia dan paling banyak di-download konsumen di dunia adalah aplikasi pendukung sistem operasi iOS dan Android. Karena itu, aplikasi iOS dan Android akan menguasai pangsa 75 persen di pasar aplikasi smartphone global hingga 2015," ujar Research Associate ABI Research Inc Fei Feng Seet.
ABI Research menambahkan, pada 2010 toko aplikasi online milik Apple, yaitu App Store, akan mendominasi penjualan aplikasi smartphone dengan pangsa pasar global 52 persen.
Sedangkan toko aplikasi milik Google, yaitu Android Market, hanya akan menguasai pangsa pasar global 26 persen. Dibandingkan toko-toko aplikasi online yang lain, ABI Research menilai, App Store dan Android Market menguasai pangsa pasar global yang sangat besar.
Sumber : okezone.com
Asia Picu Pertumbuhan Mobile Applications
HONG KONG - Asia diprediksi akan memicu pertumbuhan aplikasi mobile, seiring dengan demand atas smartphone yang juga meningkat pesat.
Negara di Asia saat ini dikenal sebagai pasar smartphone yang cukup potensial dengan beberapa negara yang diketahui sebagai produsen teknologi canggih. Karakter warga Asia yang selalu on-the-go cukup menjadi alasan mengapa aplikasi akan tumbuh dan berkembang di wilayah tersebut.
Dilansir melalui Channel News Asia, Jumat (19/11/2010), perusahaan riset Gartner memprediksi jika antara tahun 2008 hingga 2012 akan terdapat sekira 50 miliar download aplikasi. Dari angka tersebut revenue yang diraih secara global akan mencapai USD27 miliar.
Sedangkan menurut perusahaan riset lain, ABI Research, jumlah download aplikasi akan mencapai 2,4 miliar download pada 2013 nanti. Angka ini hanya mencakup wilayah Asia saja. Dengan kata lain download aplikasi di Asia akan memberikan kontribusi sekira 20 persen dari total pasar download di dunia.
"Baik di China, Jepang maupun Korea, game sosial akan menarik perhatian banyak pengguna dan cukup menjanjikan untuk menghasilkan uang. Dari perspektif pengembang, mereka harus memiliki banyak kreativitas dan inovasi. Jika demikian maka perusahaan pengembang akan mampu menghasilkan banyak revenue," ujar CEO Wholesale Applications Community, Peters Suh.
Dikatakannya, dalam era sekarang ini banyak konsumen yang sudah melek teknologi dan selalu mencari aplikasi baru untuk membuat hidup mereka lebih nyaman, atau setidaknya lebih menghibur. Asia, yang dikenal sebagai pionir tren teknologi, dunia aplikasi akan memulai debutnya di negara ini.
"Apalagi penjualan tablet dan smartphone akan melewati penjualan PC dalam kurun lima tahun ke depan, meski PC tidak akan menghilang dalam waktu dekat," ujar Suh.
Menuru Suh, Jepang merupakan wilayah dengan tingkat pertumbuhan perangkat seluler dan aplikasi yang tertinggi dibanding semua negara. Bahkan di beberapa negara lain pasar aplikasi sangat cocok untuk negara seperti Asia dan Afrika, dimana ponsel merupakan perangkat yang cocok untuk digunakan, seiring belum tingginya penetrasi broadband dan koneksi fixed line.
Sumber : okezone.com
2015, Trafik Data Seluler Meningkat 30.000 Petabyte
TANPA peningkatan kapasitas jaringan data seluler, infrastruktur internet seluler para operator di dunia akan lumpuh menanggung beban dari lonjakan traffic data seluler global.
Firma riset Strategy Analytics Inc memperingatkan, para operator seluler di dunia harus segera meningkatkan kapasitas jaringan data (internet) seluler. Sebab, Strategy Analytics memperkirakan, traffic (lalu lintas) data seluler di dunia akan meningkat pesat hingga 2015.
"Traffic data seluler akan meningkat menjadi lebih dari 30.000 PB (petabyte), alias lebih dari 30.000.000 GB (gigabyte), pada 2015. Sekitar 30 persen beban itu disumbangkan smartphone sedangkan 70 persen beban yang lain berasal dari tablet dan modem seluler," ujar Senior Analyst Strategy Analytics Inc Nitesh Patel.
Strategy Analytics menambahkan, lebih dari 95 persen lonjakan traffic data seluler tersebut dipicu aktivitas konsumen dalam mengakses konten multimedia online. Tanpa peningkatan kapasitas jaringan data seluler, Strategy Analytics menegaskan, infrastruktur data seluler operator akan lumpuh menanggung beban tersebut.
"Operator seluler akan lebih efektif menyesuaikan sumber daya jaringan data dengan tuntutan konsumen apabila operator mampu mengombinasikan sistem analisis traffic data dengan investasi kapasitas jaringan dan skema tarif yang kompetitif," papar Director Wireless Media Research Strategy Analytics Inc David MacQueen.
Selaras dengan perkiraan Strategy Analytics, produsen teknologi seluler Airvana Inc menemukan, jaringan internet seluler para operator di dunia mulai kewalahan sejak populasi smartphone menanjak. Airvana menjelaskan, sebuah smartphone secara individual memang hanya mengonsumsi satu per dua puluh lima bandwidth yang biasa dikonsumsi sebuah notebook.
Namun begitu, Airvana menegaskan, pengguna smartphone mengakses jaringan internet seluler dengan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada pengguna notebook. Akibatnya, Airvana menggarisbawahi, smartphone memberikan beban yang jauh lebih besar daripada beban notebook terhadap jaringan internet seluler. Airvana mengakui, akses internet seluler melalui smartphone di masing-masing negara di dunia memang bervariasi. Namun pada sejumlah kasus, jaringan internet seluler operator tertentu mengalami kelebihan beban hingga delapan kali lebih tinggi akibat akses internet seluler oleh smartphone.
"Dulu orang beranggapan notebook menjadi pemangsa terbesar sumber daya jaringan internet seluler. Tetapi sekarang industri mulai paham bahwa smartphone berdampak signifikan terhadap kinerja jaringan internet seluler," ujar Vice President Airvana Inc David Nowicki.
Bedasarkan survei tersebut, Airvana mengimbau para operator seluler meningkatkan kapasitas jaringan internet. Jika tidak, maka layanan mereka akan memburuk karena akses internet seluler menjadi semakin lambat dan bahkan lumpuh. Apalagi, Airvana memperingatkan, penggunaan smartphone untuk akses internet seluler akan terus meningkat.
Mengutip data firma riset iSuppli Corp, Airvana mengungkapkan, penjualan smartphone global akan mencapai volume 240 juta unit pada 2013, alias melonjak dari 200 juta unit pada 2009.
Firma riset Gartner Inc menambahkan, suplai bandwidth internet seluler di dunia pada saat ini sesungguhnya masih sangat kecil dibandingkan kebutuhan. Gartner menjelaskan, pada saat ini jaringan internet seluler masih berjalan normal karena tidak semua pengguna internet seluler menggunakan layanan tersebut secara bersamaan. Gartner memperingatkan, jika suatu saat terjadi wabah penyakit menular yang berbahaya di dunia sehingga orang takut pergi ke luar rumah dan mengandalkan akses internet dari jaringan seluler untuk bekerja, maka jaringan internet seluler di dunia niscaya akan lumpuh.
"Sebagian besar operator seluler di dunia mengklaim siap menampung lonjakan 40 persen lalu lintas data internet seluler. Kapasitas cadangan itu sesungguhnya terlalu kecil untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan apabila ada wabah berbahaya menyerang dunia," papar Managing Vice President Gartner Inc Eric Paulak.
Melihat perkembangan tersebut, para operator seluler pun mulai melakukan pembenahan.Organisasi operator seluler global GSM Association (GSMA) mengungkapkan, para operator seluler di dunia pada 2010 mengucurkan investasi hingga USD72 miliar untuk menyajikan teknologi internet seluler berkecepatan tinggi.
"Operator seluler berinvestasi besar-besaran untuk membantu konsumen mengakses konten bertipe apa pun di mana saja berada pada setiap saat melalui jaringan internet seluler," ujar Chief Marketing Officer GSM Association Michael O’Hara.
GSMA menjelaskan, sebagian besar dari investasi USD72 miliar tersebut digunakan untuk membangun jaringan internet seluler berkecepatan tinggi bertipe HSPA (High Speed Packet Access). Teknologi HSPA menjadi fokus pengembangan karena HSPA adalah teknologi internet seluler berkecepatan tinggi yang paling populer. Berdasarkan data GSMA,pada 2010 terdapat sekitar 200 juta koneksi HSPA di dunia. Pada saat yang sama, di dunia tersedia pula lebih dari 1.800 jenis gadget berteknologi HSPA, mulai modem, smartphone, hingga notebook. Gadget-gadget tersebut dipasarkan oleh lebih dari 150 produsen.
Firma riset Wireless Intelligence mengungkapkan, penggunaan layanan HSPA telah meningkat fenomenal sejak 2007 dan akan terus meningkat pada 2010. Wireless Intelligence menegaskan, pada 2009 di dunia muncul rata-rata sembilan koneksi HSPA baru pada setiap bulan. Karena permintaan HSPA di dunia pada 2010 terus meningkat, Wireless Intelligence memperkirakan, pada setiap bulan muncul ratarata 13 juta koneksi HSPA baru. Alhasil, pada 2010 akan terdapat sekitar 342 juta koneksi HSPA di dunia.
Sumber : Okezone.com
China Siapkan Astronot Wanita Pertama
Yang Liwei, yang juga astronot dan merupakan orang pertama yang mewakili China terbang ke ruang angkasa, enggan memaparkan identitas masing-masing astronot.
"Saat ini, tim kedua tersebut masih menempuh pelatihan profesional secara bertahap. Mereka nantinya akan mempersiapkan proses docking pada stasiun ruang antariksa dan beberapa misi lain terkait ruang laboratorium," ujar Yang, yang dikutip VIVAnews dari Xinhua, Senin 22 November 2010.
"Saya pikir Anda dapat melihat awak-awak tersebut pada pesawat Shenzou 9 dan 10 yang dijadwalkan terbang pada tahun 2012," tandasnya.
Sementara itu, Hong Kong Polytechnic University (PolyU) dan China Academy of Space Technology (CAST) baru-baru ini mengumumkan pembangunan laboratorium bersama yang mengkhususkan pada projek-projek presisi keahlian teknik di luar angkasa.
Presiden CAST, Yang Baohua, terpilih sebagai pemimpin delegasi yang membawahi enam anggota senior saat menandatangani kerja sama dengan pejabat presiden PolyU Philip Chan pada 15 November silam.
Di atas lembar yang ditandatangani itu, CAST akan menyumbangkan beberapa peralatan canggih, termasuk platform getaran dan alat vakum untuk pengujian mekanik dan termo, yang mana secara total bernilai US$751.879, setara Rp6,7 miliar untuk mengisi laboratorium baru.
Sedangkan, kocek investasi yang terkumpul dari kedua perusahaan secara total adalah 10 juta yuan, setara Rp13,4 miliar. Dana ini nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan laboratorium dalam lima tahun ke depan.
Deflexion, Bahan Kain Anti Peluru
Deflexion adalah sebuah material sejenis kain yang bisa melindungi tubuh atau gadget anda dari pukulan atau benturan cukup baik tetapi di satu sisi akan memberikan kenyamanan pada saat menggunakannya.
Bahan Deflexion ini sangat mirip dengan sifat kain biasa yaitu tipis, fleksibel (lentur) dan juga nyaman digunakan (tidak panas).
Google: Media Sosial Salah Satu Elemen di Internet
JAKARTA - Perusahaan internet terbesar di dunia, Google, memastikan diri untuk merambah sosial media. Bahkan media sosial akan tertanam di banyak produk Google.
"Mesin pencari masih menjadi bisnis inti Google namun banyak produk kami yang lain yang akan mengalami perubahan fenomenal," ujar Direktur Keuangan Google Patrick Pichette, seperti dikutip melalui Straits Times, Minggu (21/11/2010).
Pichette menegaskan jika Google saat ini berada di puncak ekonomi digital yang sedang membesar, dimana komputer terus beroperasi tanpa henti, meningkat secara dramatis dan menjadikan inovasi sebagai hal yang sangat penting untuk bisa bertahan di tengah persaingan hebat.
"Prinsip Google yang paling utama adalah, tidak terpaku pada uang namun kami lebih mencoba untuk memahami jika internet merupakan media yang dapat mengubah dunia," ujar Pichette.
Menurut Pichette, Amazon dan Apple saat ini telah 'memenangi' perlombaan teknologi terbaru, sedangkan Microsoft dinobatkan sebagai pesaing yang tangguh. Namun dirinya tidak mengamini pendapat para analis jika Facebook merupakan pesaing baru bagi Google.
"Dunia digital meledak dan memiliki begitu banyak bagian, seperti komputasi awan, ponsel, media sosial, media pencarian, dan begitu banyak unsur. Di antara semua itu, jejaring sosial hanyalah satu dari sekian banyak bagian yang saya sebutkan tadi," tandas Pichette.
Sumber : Okezone.com
Facebook Mail, Cara Baru Berkomunikasi
Google Docs Versi Mobile, Lebih Dari Sekedar Membuka Dokumen
Sumber : Kapanlagi.com
Panduan Interaktif untuk Belajar Internet
Buku interaktif tersebut akan menjelaskan dasar-dasar atau konsep seperti apa itu TCP/IP, HTML, browser extention, malware, komputasi awan, keamanan dalam berinternet, dan berbagai hal lainnya yang berhubungan dengan Internet.
Disajikan dalam 62 halaman virtual, buku interaktif yang dibuat tim Google Chrome ini cukup bersahabat. Segmennya sangat luas: semua orang, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Jika tertarik, Anda cukup membutuhkan akses Internet standar dan membuka alamat www.20thingsilearned.com.
Saat laman web terbuka, Anda akan menjumpai buku virtual berwarna biru bertuliskan 20 Things I Learned About Browsers and The Web beserta panduan interaktif di dalamnya. Anda bisa men-drag cursor mouse Anda ke kiri pada bagian depan buku untuk membukanya.
Di atas platform HTML5, Google memaparkan informasi seputar Internet dengan tulisan cukup besar, ringan, mudah dibaca, disertai gambar, dan ilustrasi sehingga nyaman dibaca. Tak tanggung-tanggung, Google langsung merangkul ilustrator profesional berpengalaman asal Jerman, Christoph Niemann.
Kalau Anda tidak tahu apa itu browser, Anda tidak sendirian. Tak sedikit orang yang sebetulnya tidak tahu apa itu browser. Terbukti dari polling yang dilakukan di Mashable.com, ditemui kurang dari delapan persen responden menjawab dengan benar, sisanya keliru. Itu baru browser, belum sampai ke komputasi awan, pemrograman Web, sampai aplikasi Web.
Anda dapat mengunjungi www.20thingsilearned.com kapan saja. Selain gratis, Anda juga bisa sekaligus mengasah kemampuan bahasa Inggris, karena seluruh isi buku disajikan dalam bahasa Inggris yang ringan dan mudah dicerna. Selamat mencoba!
Awas Email Facebook Bisa Picu Masalah
NASA Kembangkan Pesawat Hipersonik
Jika pesawat tersebut digunakan di penerbangan komersial, maka ia tak lagi perlu 21 jam untuk menempuh perjalanan antara New York dan Sydney. Cukup 2 jam saja. Selain itu kabarnya, teknologi tersebut nantinya akan bisa diimplementasikan pada pesawat komersil.
Namun demikian, tujuan utama proyek ini adalah untuk mencari cara bagaimana manusia bisa pergi ke ruang angkasa dan ke planet seperti Mars tanpa menggunakan roket.
Sebagai ganti roket, kendaraan itu akan menggunakan mesin yang memanfaatkan udara, seperti layaknya pesawat terbang komersial. Meski penerbangan hipersonik pernah diraih beberapa kali sebelumnya, pendekatan ini merupakan teknologi baru. Pesawat akan mampu take off dan landing layaknya pesawat penumpang, tetapi dengan tenaga yang lebih besar.
Menurut proposal NASA yang dikutip dari TG Daily, 9 November 2010, pesawat tersebut nantinya harus dapat digunakan berulang kali. Untuk itu, material baru perlu dikembangkan sehingga dapat mengatasi temperatur yang sangat tinggi.
Disebutkan, masalah utama yang menjadi hambatan dalam mengembangkan pesawat hipersonik adalah overheat. Dan berhubung pesawat akan terbang dan mendarat seperti layaknya pesawat biasa, peralihan dari kecepatan biasa ke kecepatan hipersonik dilakukan setelah pesawat meninggalkan atmosfir. Untuk itu, kontrol dan manajemen energi sangatlah penting.
Sebagai informasi, pesawat hipersonik tercepat saat ini adalah X51-A Waverider yang juga dikembangkan NASA. Pesawat yang mengudara dengan bantuan pesawat B-52 bomber ini mampu mencapai kecepatan Mach 6 (sekitar 7.350 kilometer per jam) selama sekitar 3 menit.
Selain itu, NASA juga punya X43-A, pesawat hipersonik yang mampu terbang dengan kecepatan nyaris 7 kali kecepatan suara (kecepatan suara mencapai 1.236 kilometer per jam di suhu 20 derajat Celcius).

















.gif)