Space Iklan

banner adsbanner adsbanner adsbanner ads

Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Forex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Forex. Tampilkan semua postingan

Dua Korea Saling Serang, Pasar Saham Rontok


Pecahnya serangan dua Korea ikut memicu indeks Hang Seng di bursa Hong Kong jatuh 2,7%. Sejumlah pasar saham global bertumbangan pada perdagangan Selasa 23 November 2010 menyusul kecemasan investor atas krisis utang di Irlandia yang dikhawatirkan menyebar ke negara-negara Eropa.
Di Asia, indeks saham juga terpuruk seiring serangan Korea Utara yang menembakkan peluru artileri ke wilayah Korea Selatan.
Dalam perdagangan awal di bursa Eropa, indeks FTSE 100 di Inggris turun 0,9 persen menjadi 5.680,83, dan DAX Jerman tergelincir 0,3 persen menjadi 6.822,05.
Sementara itu, di Prancis, indeks CAC-40 terkoreksi 0,4 persen menjadi 3.788,80. Kondisi serupa juga terjadi di bursa Wall Street setelah indeks Dow futures rontok 89 poin, atau 0,8 persen di level 11.076,00.
Keterpurukan di pasar saham Eropa juga terjadi di Asia. Serangan Korea Utara terhadap tetangganya, Korea Selatan, ikut merontokkan bursa saham di kawasan Asia. Pasar saham terguncang setelah pecahnya kembali ketegangan antara dua Korea yang sempat berperang selama 1950-1953 itu.
Puluhan peluru artileri yang ditembakkan ke sebuah pulau di Korea Selatan, dekat perbatasan Korea Utara itu memicu serangan balasan kubu Korsel. Sedikitnya satu tentara Korsel dilaporkan tewas, dan tiga lainnya luka-luka.
Pecahnya serangan dua Korea itu memicu indeks Hang Seng di bursa Hong Kong jatuh 2,7 persen menjadi 22.896,14 dan India Sensex turun 2,1 persen menjadi 19.548,51.
Di kawasan Asia Tenggara, indeks Straits Times di bursa Singapura juga kehilangan 1,6 persen menjadi 19.548,51.
Namun, pasar saham di bursa Korea Selatan sudah menutup transaksinya ketika mulai terjadi serangan oleh Korea Utara. Meski demikian, indeks Kospi di bursa Korsel itu juga  terkoreksi 0,8 persen menjadi 1.928,94. Sedangkan pasar saham Jepang tutup terkait libur nasional.
Penurunan indeks saham juga terjadi pada China Shanghai Composite Index yang terkoreksi 1,9 persen menjadi 2.828,28. Namun, penurunan indeks di bursa Shanghai cenderung terimbas oleh sentimen negatif yang dikhawatirkan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi. (Associated Press)

Sumber : Vivanews.com

Logam Naik Di Asia EUR Kuat; Cukup untuk Membeli


Logam dasar naik di papan di Asia Senin meski membeli tidak terlalu berat, dengan hanya volume moderat diperdagangkan.

Konfirmasi dari pemerintah Irlandia yang ditetapkan secara resmi meminta bailout dari IMF dan Uni Eropa membantu mendapatkan euro terhadap dolar, dan secara tidak langsung membantu logam.

Selain itu, ada beberapa bantuan atas pendekatan bertahap China untuk pengetatan moneter, dengan persyaratan cadangan Jumat kenaikan rasio bank bukan sebagai hawkish seperti kenaikan suku bunga bahwa banyak yang diharapkan.

"Anda akan mengharapkan beberapa beli (dari logam) dengan indikasi masalah Irlandia akan diselesaikan dan ancaman langsung dari Cina pengetatan moneter kurang (karena kenaikan RRR Jumat)," kata seorang pedagang yang berbasis di Tokyo.

Pada 0550 GMT tembaga LME tiga bulan berada di $ 8.485 per metrik ton, naik $ 82 sejak mengekang Jumat dengan 1.958 banyak dilakukan. Pada tembaga SHFE Maret berada di CNY63,910/ton, naik CNY430, dan dengan diskon $ 300 sampai kontrak LME.

Secara teknis, tembaga masih terlihat ditetapkan untuk tes $ 9.000 sebelum akhir tahun, tapi waktunya mungkin belum benar untuk masuk, Barclays Capital mengatakan dalam sebuah catatan.

"Ini akan mengambil menutup di atas $ 8.550 untuk meyakinkan kita bahwa kita adalah overplaying risiko downside dan membayar untuk tembaga."

Logam lain juga pengupas kerugian hari Jumat, dengan aluminium LME 3-bulan di $ 2.303 per ton, naik $ 43,50 dengan 408lot.

Setelah turun 8% pekan lalu, seng LME tiga bulan berada di $ 2.213 per ton, naik $ 53 dengan 826lot.
Logam cenderung melihat newsflow euro lebih sensitif pada bailout Irlandia, serta indeks kegiatan Oktober Fed Chicago nasional pada 1330 GMT untuk petunjuk selanjutnya
 

Euro Perluas Kenaikan; Ekuitas Dukung Selera Resiko


Euro memperluas kenaikan, Senin (22/11) di Asia, seiring melebihi harga saham regional mendukung selera resiko investor yang sudah terpicu oleh permintaan resmi Irlandia untuk paket penyelamatan.

Kesepakatan bailout antara Dublin yang dibebani utang dan Uni Eropa (EU) mengambi bentuk di Minggu seiring para menteri keuangan EU melatarbelakngi catatan Irlandia untuk pinjaman tiga tahun dengan total sekitar EUR80 miliar.

Berita tersebut mendongkrak mata uang umum itu dengan memikat investor Selandia Baru dan Australia di hari pagi. Permintaan Irlandia, yang meredakan kekhawatiran atas perekonomian regional dan global, juga mendorong investor saham sensitif resiko untuk meningkatkan kepemilikan saham mereka.

Harga saham kuat menjadikan euro-positif juga. Ketika harga saham naik di Jepang, investor lokal sering menggunakan profit untuk menginvestasikan di yielding tinggi, tetapi aset beresiko di Eropa--suatu transaksi yang melibatkan pembelian euro dalam proses itu.

"Anda memiliki Irlandia akhirnya meminta bantuan dan ekuitas kuat sebagai akibat. Begitu mudah untuk menjelaskan mengapa euro naik," ujar Hideki Amikura, senior dealer di Nomura Trust and Banking.

Pukul 11.50 WIB, the Nikkei 225 Stock Average naik 1.04% dan the Shanghai Composite Index menguat 0.47%. Euro di $1.3759 dan Y114.75 dari $1.3715 dan Y114.50 sebelumnya di Sydney.

Kekhawatiran Eropa belum sepenuhnya beres dan kegelisahan masih atas Portugal, Spanyol dan Yunani. Tetapi Amikura optimis tentang outlook euro untuk akhir tahun ini, mengatakan Irlandia berkembang akan cukup untuk meredakan kecemasan investor selama pekan depan.

Euro juga kemungkinan mengambil manfaat ke depan dari pelemahan ekspektasi dalam dollar AS, ujar senior dealer Shinkin Asset Management Jun Kato.

Dilihat oleh sinyal variatif dari indikator ekonomi AS saat ini, Kato mengatakan pertumbuhan ekonomi masih rentan dan bergantung pada kebijakan moneter longgar untuk stabilitas.

"Sepanjang kebijakan moneter AS tetap longgar, dollar akan menghadapi suatu angin haluan kuat," ujarnya.

Dollar berada di Y83.39 pukul 11.50 WIB dari Y83.49 di Sydney. Indeks Dollar, yang mengukur mata uangnya terhadap sejumlah mata uang utama, berad di 78.110 dari 78.402 di New York Jum'at.

Di tempat lain, dollar Selandia Baru jatuh tajam terhadap AS dan yen ke $0.7718 dari $0.7839 dan ke Y64.37 dari Y65.40.

Pergerakan itu setelah pengumuman oleh Standard & Poor's Ratings Services di pagi hari yang merevisi outlook pada peringkat kredit mata uang asing Selandia Baru dengan negatif dari stabil. Lembaga tersebut menegaskan rating AA+/A-1+ pada obligasi negara itu.

S&P mengatakan revisi disebabkan kerentanan Selandia Baru pada eksternal saham.

Menteri Keuangan Selandia Baru Bill English mengatakan dalam tanggapan pada revisi, "pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kerentanan eksternal pada langkah perekonomian ke arah tabungan dan eskpor."

EUR Bisa Tetap Naik Waktu Dekat; Tips Batasan 1.3800




EUR kemungkinan tetap naik sekarang disebabkan penarik dari permintaan resmi Irlandia untuk paket bantuan juga sebagian besar saham regional kuat, ujar dealer di Tokyo; menambahkan, persoalan utang Eropa tidak sepenuhnya beres karena isu masih di Spanyol, Portugal juga Yunani.

Tetapi Irlandia berkembang akan "cukup" untuk melemahkan kegelisahan investor atas kekhawatiran fiskal regional setidaknya dalam waktu dekat, ujar Nomura Trust dan senior dealer Banking Hideki Amikura; juga menambahkan, EUR masih akan kuat setidaknya akhir tahun ini.

EUR/USD terakhir di 1.3749, investor memberikan petunjuk resistance di 1.3800; EUR/JPY terakhir di 114.80, poin kunci berikut di 115.00, ujar dealer.

EUR/USD Bisa Perluas Naik Tetapi Batasan 1.3800


EUR/USD bisa memperluas kenaikan dalam waktu dekat seiring selera resiko meningkat di tengah harapan tumbuh krisis utang Irlandia akan terselesaikan, ujar Keiichi Iguchi, senior dealer di Resona Bank. Ekspektasi pasangan mata uang tersebut mencapai 1.3850 di hari global nanti, tetapi bisa menghadapi tekanan profit-taking mendekati 1.3800.

Tanggapan pasangan mata uang ini dapat mengalami koreksi di bulan mendatang karena permintaan USD cenderung naik menuju akhir tahun.

Mempertajam EUR/USD target turun di 1.3700. Melepaskan lanjutan dari sebagian besar posisi jual USD mengambil dalam antisipasi pengumuman Fed 3 Nopember pada QE dapat juga mendukung dollar AS dan karena itu mengekspektasi untuk menimbang pada EUR/USD, ujar trader. 

Pertemuan APEC di Yokohama Redakan Ketegangan China – Amerika


Pertemuan APEC di Yokohama Redakan Ketegangan China   AmerikaDi sela-sela KTT APEC, Obama mengatakan bahwa suatu negara tidak harus bergantung sepenuhnya pada sektor eksport agar ekonominya berkembang. Menurutnya, negara-negara dengan surplus besar harus mengambil langkah kebijakan dengan meningkatkan permintaan domestik seperti Cina dan Jepang. Presiden Cina Hu Jintao mengatakan negaranya sedang berusaha meningkatkan konsumsi dalam negeri, namun penyesuaian akan nilai tukar mata uang negaranya akan dilakukan secara bertahap. Hu juga berkomitmen bahwa Cina akan melakukan reformasi Yuan untuk mendukung program keseimbangan perdagangan dunia demi stabilitas ekonomi makro.


Para pemimpin dari 21 negara mengadakan pertemuan forum Asia Pacific Economic Co-operation (APEC) untuk mendiskusikan beberapa hal yang berfokus pada cara-cara untuk membentuk kawasan perdagangan bebas di wilayah ini. Selain itu, dalam pertemuan ini juga membahas beberapa persoalan dalam KTT G20 Seoul yang menyoroti tentang perbedaan pendapat di antara anggotanya atas ketidakseimbangan perdagangan.
Presiden Obama mengatakan krisis ekonomi yang terjadi telah menunjukkan batas-batas ketergantungan pada konsumen AS dan para eksportir Asia untuk lebih maju dan berkembang. Dan untuk kedepannya Obama berharap tidak ada bangsa yang berasumsi bahwa kemajuan perekonomian mereka bergantung pada nilai eksport ke Amerika. Ia juga menambahkan bahwa persaingan yang terjadi tidak boleh menyebabkan perpecahan antar bangsa dan negara yang lebih makmur tidak boleh selalu mengorbankan negara lain.
Menurut beberapa pihak, pertemuan APEC di Yokohama kali ini dapat membantu mencairkan suasana tegang antara Cina dan Jepang. Para demonstran berbaris melalui Yokohama sambil mengibarkan bendera Jepang Anti Cina dan melambaikan spanduk dengan slogan-slogan seperti “mempertahankan wilayah kami” dan “mengalahkan imperialisme Cina” sambil menuju tempat diadakannya pertemuan APEC. Hubungan Cina-Jepang telah memanas sejak awal September lalu karena sebuah pukat Cina dan kapal patrol Jepang bertabrakan dekat pulau sengketa di Laut Cina Timur.
Akhir-akhir ini hubungan antara jepang dengan Rusia juga mulai menegang setelah Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengunjungi salah satu dari empat pulau yang diklaim oleh kedua negara. Naoto Kan sebagai Perdana Menteri Jepang mengatakan bahwa kunjungan presiden Rusia tersebut telah membuat radang perasaan rakyat jepang. Menanggapi pernyataan Kan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa posisi negaranya tidak akan berubah dan presiden Medvedev berhak untuk memutuskan sendiri wilayah Rusia mana yang akan ia kunjungi.

Awas, Krisis Irlandia Jadi Awal Krisis Baru


Para pejabat otoritas keuangan Uni Eropa bakal kembali susah tidur nyenyak. Baru saja krisis surat utang yang berawal dari Yunani mereda, kini bibit krisis baru kembali muncul.

Kali ini, sinyal tanda bahaya datang dari Irlandia. Dalam tiga minggu terakhir, imbal hasil (yield) surat utang terbitan pemerintah berjuluk "Celtic Tiger" itu terus menanjak.

Tak tanggung-tanggung, hanya dalam tiga minggu, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun telah melonjak menjadi 9 persen dari sebelumnya hanya 6 persen. "Peningkatan selisih imbal hasil dari obligasi ini sangat serius, dan ini menjadi perhatian seluruh kawasan Eropa," ujar Menteri Keuangan Irlandia Brian Lenihan di Dublin, Kamis (11/11/2010).

Lenihan menyalahkan komentar pejabat Jerman tentang mekanisme penyelamatan krisis di Uni Eropa sebagai salah salah satu penyebab lonjakan imbal hasil di Irlandia itu.

Beberapa pejabat Jerman memang mengusulkan agar investor yang memegang surat utang pemerintah anggota Uni Eropa ikut menanggung biaya penyelamatan jika terjadi krisis pada masa mendatang.

Sejatinya, mekanisme penyelamatan anyar itu masih belum jelas. Jerman juga menyatakan bahwa mekanisme itu mungkin tidak akan berlaku untuk surat utang yang telah beredar (existing) saat ini.

Namun, pernyataan itu sudah telanjur meniupkan kekhawatiran di kalangan investor obligasi. Nah, yang terpukul untuk kali pertama adalah pasar obligasi Irlandia. Investor terus menekan harga obligasi Pemerintah Irlandia sehingga imbal hasilnya terbang tinggi.

Hal tersebut bisa dimaklumi karena saat ini posisi keuangan Irlandia memang paling ringkih jika dibandingkan negara-negara Uni Eropa lainnya. Akhir tahun ini, defisit anggaran Pemerintah Irlandia akan mencapai 32 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) mereka. Angka defisit ini menjadi yang tertinggi di kawasan Eropa.

Dalam kondisi seperti ini, jelas, Irlandia memiliki risiko paling besar untuk gagal bayar (default). Jika lonjakan imbal hasil tidak kunjung mereda, maka bukan tidak mungkin Irlandia membutuhkan suntikan dana dari Eropa seperti halnya Yunani.

Hasil polling terbaru Reuters menunjukkan bahwa para ekonom pesimistis terhadap prospek Irlandia. Buktinya, 20 ekonom dan total 30 ekonom yang disurvei menyatakan bahwa Irlandia tidak akan mampu melewati tahun 2011 jika tidak memperoleh bantuan dana eksternal.

Irlandia tetap optimistis

Para pejabat Uni Eropa pun terus mencermati kondisi pasar surat utang Irlandia. European Commission President Jose Manuel Barroso juga menyatakan bahwa Uni Eropa siap mengambil tindakan jika Irlandia membutuhkan bantuan mitranya di Uni Eropa.

Sejauh ini, Pemerintah Irlandia masih cukup optimistis. "Kami memiliki kapasitas untuk membuat negara kami bertahan dan tetap kredibel," ujar Lenihan.

Namun, kekhawatiran itu telah telanjur menyebar. Saham-saham perbankan berguguran. Misalnya, harga saham Allied Irish Banks anjlok 6 persen dan saham Bank of Ireland rontok 7 persen, Kamis (11/11/2010). Harga saham Royal Bank of Scotland yang memiliki eksposur besar di Irlandia juga longsor cukup dalam.

Kecemasan itu juga telah membuat harga surat utang yang menjadi instrumen credit default swap (CDS) obligasi Pemerintah Portugal dan Spanyol juga melonjak ke rekor tertinggi.

Sementara itu, selisih antara imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun terbitan Irlandia dan obligasi terbitan Jerman (yang menjadi benchmark) melonjak melampaui 680 basis poin dan mencetak rekor tertinggi secara berturut-turut dalam sembilan sesi transaksi terakhir.

Prelim UoM Consumer Sentiment Membaik, Dollar Tekan Aussie.


Pada perdagangan hari ini (12/11) bursa AS tercatat mengalami pelemahan. Melemahnya pergerakan bursa AS akibat turunnya pergerakan harga saham terutama dari saham tambang yang terimbas dari turunnya pergerakan minyak mentah hari ini. Hal tersebut berhasil mengalahkan sentimen positif yang datang dari kenaikan data sentimen konsumen yang naik sebesar 69 poin.
Sumber


Add to Google

Belum menemukan informasi yang anda cari? ketik keyword lebih spesifik :